Ditulis Oleh : Endang Fatmawati
Kancil si cerdik tinggal di tepi hutan. Ia dikenal ramah, cepat berpikir, dan tak pernah berbohong. Teman-temannya sering berkonsultasi padanya ketika menghadapi masalah. Rusa yang rajin merawat kebunnya sedih ketika setiap pagi buahnya hilang tanpa jejak.
Suatu pagi, Rusa melihat bekas jejak kecil di dekat pagar dan langsung menuduh Kancil. “Kancil, kau yang mencuri! Bukankah jejakmu kecil?” kata Rusa dengan kecewa.
Kancil sakit hati tetapi tetap tenang. “Aku tidak mengambil buahmu, Rusa. Aku jujur,” jawab Kancil lembut.
Ia mencari bantuan untuk mencari siapa pelakunya. Ada Burung Pipit yang pandai mengawasi dari udara, Kura-kura yang teliti, dan Kelinci yang lincah. Mereka berjaga malam secara bergantian dan menaruh jebakan sederhana untuk melihat siapa yang datang. Malam pertama mereka bersembunyi di balik semak, menunggu suara langkah.
Tiba-tiba terlihat siluet besar mendekat ke kebun dengan bakul di punggung. Beruang memetik buah satu-persatu dan memasukkannya ke bakul. Kancil memanggil Rusa yang langsung datang membawa cahaya dari obor kecil. Beruang terkejut, lalu menunduk karena malu.
Beruang meminta maaf, mengembalikan buah, lalu berjanji tak mengulanginya. Jujur selalu membawa kebaikan bagi Kancil. Ia dipercaya dan dihormati semua hewan. ***

